Itu Bukan Rumahku Lagi
Dahulu itu adalah tempat singgahku, disana tercurah segala isi hati dan kepala, tempatku bercerita segala hal, tawa dan tangis sudah tentu terjadi disana. Terutama, disanalah aku belajar berjuang, hidup dengan orang ramai, kebersamaan, dan hal lain-hal menakjubkan terjadi disana dan masih banyak emosi yang hidup dirumah itu.
Yang disana juga aku punya teman sepemikiran, lawan, sosok yang dapat diteladani, menjadi dewasa. Rumah itu bagaikan benar rumahku, bukan lagi sekadar tempat singgah saat letih, selalu ingin ku datangi rumah itu, tak henti dan bosannya aku dirumah itu. tapi, diakhir episode aku 'hidup' dirumah itu, entah mengapa seperti bukan rumahku lagi. Apa sebab?
Tak tau apa sebabnya. Tapi yang jelas semenjak ada penghuni baru, rumah itu serasa asing bagiku, seperti momok yang menakutkan itu. Awalnya aku menerima kedatangan mereka dengan harapan mereka-lah pembawa hal menakjubkan lainnya yang akan semakin membuat hidup "rumahku" setelah lama aku 'hidup' disini. Tapi secercah cahaya bahagia itu tak kunjung datang, sampai dipenghujung episodeku yang berkedudukan sebagai pemegang kunci rumah itu. Aku tau. Aku pemegang kunci dari rumah itu. Tapi di sampai suatu saat ku mulai membuka rumah dengan kunci itu, isi dan penghuninya tak seramah yang kubayangkan.
Mengapa ini terjadi? Apa salahku? Apa? Bahkan aku tak tau apa yang harus ku perbuat. Membuang kunci itu atau kuberi saja pada orang lain? Hatiku menangis, hancur lebur, karena perlahan lahan aku seperti diusir, diasingkan, tak dibutuhkan, pengganggu. Padahal itu adalah rumahku! rumahku!
Dan bodohnya aku, aku terlambat menyadari bahwa itu bukan rumahku lagi, itu bukan rumah penuh bahagia bersama penghuninya, bukan. Aku salah, dan disaat aku belum sadar itu bukan rumahku lagi,sudah pergilah orang yang ku harap yang dapat menjadi pelitaku dari rumah itu, sudah lama ia meninggalkan rumah itu karna memang rupanya di telah lama merasakan bahwa rumah itu sudah berbeda.
Dan sekarang aku terlanjur dipandang hina karna tak sadar bahwa nyatanya aku sudah diusir dari sana, posisiku sudah diincar oleh anning gila bersama kawanannya. Mereka sudah merajai rumah yang ku bangun de sudah diusir dari sana, posisiku sudah sangat diincar oleh anjing gila bersngan susah payah.
Bukannya aku tak lelah hai bangsat! Apa kalian fikir kalian telah berhasil menyingkirkanku? Jika kalian memang sangat ingin tinggal di "rumah"ku menikmati segala kemudahan didalamnya. Aku tak mengapa. Tapi izinkan aku beritahu kalian yang isi kepalanya hanya haus kekuasan itu, sesuatu yang kalian lihat mudah dan indah itulah yang akna menyengsarakan kalian! Bukan aku atau Tuhan yang menghakimi dan membuat kalian sengsara, tapi karna ada"binatang" buas dikepala kalian yang hanya mengejar kesenangan semata.
Biarkan aku menyumpah serapahi isi otak kalian yang membuatku geram dan ingin menusuknya dengan panah panas. Dan mari kita lihat, seberapa hebatnya kalian tanpa aku, Sang pemegang kunci rumah itu.
Selamat tinggal rumahku, ku tetap mencintaimu sepenuh hati, tapi tidak beserta manusia yang isinya di penuhi oleh pikiran "binatang" buas itu.
Komentar
Posting Komentar